Rabu, 05 Agustus 2015

WHO IS NURSE ??

    Hello semua, now ujian hampir selesai tinggal menunggu detik - detik menjelang keluar hasil belajar yang telah berusaha untuk nilai baik. Sekarang sudah semester 4 bentar lagi masuk semester 5, dan tinggal 2 semester lagi langsung wisuda dech !!!
     Waah dengar - dengar wisuda rasanya merinding, karena peluang kerja sekarang sedikit plus persaingan semakin sengit, but it's no problem, i can do it, and i don't give up. Karena rasulullah bersabda : " Jika meninggal seorang anak adam maka terputuslah semua amalnya kecuali 3 perkara : 1. Sedekah jahriyah, 2 Ilmu yang berguna dan 3 Do'a bagi anak yang sholeh.
      Rasulullah saja menyuruh kita untuk selalu menuntut ilmu sampai di liang lahat, so.. kenapa kita tidak melakukannya ?? jadi itu prinsip ku, tetap menuntut ilmu walaupun banyak keterbatasan yang ku miliki, tapi aku berusaha untuk menjadikan keterbatasan menjadi kekuatan yang berguna.
       Dalam hal ini aku sebagai seorang calon perawat, mungkin ada sebagian orang tidak mengetahui apa perawat.
       Sebagian masyarakat mengatakan perawat adalah seseorang yang memakai baju putih - putih di rumah sakit. Ada juga yang mengatakan bahwa perawat adalah seorang pembantu dokter. Penilian tersebut hanya mereka tidak tahu tentang hakikat perawat. Tidak semua orang bisa menjadi perawat profesional di rumah sakit. Karena menjadi perawat harus ada ketentuan- ketentuan khusus yang harus di miliki harus ada skill, keterampilan dan komunikasi teraupetik, yaitu komunikasi yang hanya di tujukan buat perawat dan klien.
       Perawat adalah seseorang (seorang profesional) yang mempunyai kemampuan,tanggung jawab dan kewenangan melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan pada berbagai jenjang pelayanan keperawatan.
      Ayat - ayat yang mendasari asuhan keperawatan adalah " Dan orang yang beriman, laki - laki dan perempuan, Sebagian mereka ( adalah ) menjadi penolong bagi sebagian penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh ( menegerjakan ) yang ma'ruf, mencegah yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya" (Q,S At - Taubah : 71 )

Selain itu " Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dna takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran dan bertakwalah kepada Allah, ssungguhnya Allah maha berat siksa-Nya" ( Q.S Al- Maidah : 2)

 So Manfaat dan peran perawat sangat banyak, diantara dapat
1. Dapat memberikan asuhan keperawatan kepada individu / masyarakat
2. Selalu bersikap empati kepada individu yang mengalami kesusahan karena penyakitnya
3. Melayani klien sesuai dengan biologis, psikologis, sosial dan kultural tanpa memandang hak dan martabat
   

Selasa, 28 Juli 2015

Gambar Kanker Paru

Kanker paru-paru merupakan penyakit dengan ciri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan paru-paru. Ini adalah contoh gambar kanker paru - paru 


Kamis, 23 Juli 2015

Resusitasi Jantung Paru

Resusitasi jantung paru (RJP) atau juga dikenal dengan cardio pulmonier resusitation (CPR), merupakan gabunngan antara pijat jantung dengan pernafasan buatan. Teknik ini diberikan pada korban yang mengalami henti jantung dan nafas, tetapi masih hidup.Ini adala contoh gambar ilustrasinya


Kamis, 14 Mei 2015

Pemeriksaan Kulit, Rambut dan kuku

1. Pemeriksaan Kulit
  • Perhatikan penampakan keseluruhan kulit secara umum
  • Inspeksi dan palpasi kulit  area demi area, terfokus pada warna , kelembapan, suhu, tekstur, dan turgor
a. Warna
  • Cari adakah area yang memar, sianosis, pucat atau ertiema
  • Periksa keseragaman warna dan area hipopigmentasi atau hiperpigmentasi
  • Area yang terpajan sinar matahari dapat menunjukkan pigmentasi yang lebih gelap dibandingkan area lainnya
  • Perubahan warna bervariasi tergantung pigmentasi kulit
 b. Kelmebapan
  • Kulit harus ralatif kering dengan jumlah penguapan yang minimal
  • Area lipatan kulit juga harus cukup kering 
  • Kulit yang terlalu kering tampak merah dan pecah - pecah
c. Suhu
  • Periksa suhu tubuh apakah hangat atau dingin
  • Kulit harus sedikit hanga atau sedikit dingin dan dapat terpengaruh oleh suhu lingkungan
d Tekstur
  • Inspeksi dan palpasi tekstur kulit, perhatikan ketebalan dan mobilitasnya . Kulit harus tampak halus dan utuh
e. Turgor
  • Palpasi kulit untuk mengevaluasi hidrasi pasien
  • Untuk mengevaluasi turgor kulit cubit secara halus kulit lengan bawah atau area sternum dengan jempul dan jari telunjuk anda 
  • bila kulit cepat kembali ke bentuk semula, turgor pasien normal
  • bila kulit lambat kembali lebih dari 30 detik atau tetap mengkerut  maka turgor kulit buruk
 f. Lesi
  • Klasifikasi lesi sebagai primer ( baru ) atau sekunder ( perubahan pada lesi primer )
  • Lesi primer meliputi bula, kista, makula, nodul, nadula, papula, pustula, vesikel, dan urtikara
  • Lesi sekunder terdiri dari fisura dan ulkus
  • Tentukan apak lesinya padat atau cair
  • Jabar kan ciri - ciri, pola, lokasi dan distribusinya yang meliputi penjabaran kesimetrisan, tepi,warna, bentuk, konfigurasi dan drainase

2. Pemeriksaan Rambut
  • Inspeksi dam palpasi rambut di sleuruh tubuh pasien
  • Perhatikan distrubusi, kuantitas, tekstur, dan warna. Kuantitas dan distribusi rambut kepala dan badan bervariasi di antara pasien. 
  • Periksa pola kerontokan dan pertumbuhan rambut
  • Periksa kulit kepala untuk mencari apakah ada kemerahan, sisik atau krusta
3. kelainan rambut
  • kebotakan
terjadi lebih umum dan lebih berat pada pria daripada wanita, dapat merupakan bagian normal dari suatu penuan atau dapat terjadi sebagai akibat infeksi, trauma kimiawi , mengkonsumsi obat - obatan tertentu, endokrinopati dan kelainan lainnya
  • Hirsutisme
Pertumbuhan rambut yang berlbahan pada badan dan wajah wanita, Hirsutisme lokal dapat muncul pada nervus yang berpigmen dan Hirsutisme menyeluruh dapat timbul sebagai akibat dari terapi obat - obat tertentu atau dari permasalahan endokrin


4. Pemeriksaan kuku
  • Penampakan kuku dapat merupakan indikator penting suatu penyakit sistemik
  • Kondisi keseluruhan memberikan banyak informasi mengenai kebiasaan berdandan dan kemampuan untuk merawat diri sendiri
  • Periksa warna kuku
  • Orang berkulit putih mempunyai kuku berwarna merah muda
  • Orang berkulit hitam mempunyai kuku berwarna coklat 
  • Pita berpigmentasi coklat pada kulit di bawah kuku adalah normal pada orang berkulit hitam dan abnormal pada orang berkulit putih
  • Kuku perokok dapat berwarna kuning akibat dari pewarnaan nikotin
  • Inspeksi bentuk dan  kontur kuku
  • Palpasi kulit dibawah kuku untuk memeriksa ketebalan kuku dan kekuatan perlekatan ke dasarnya
  • Tekan kulit di bawah kuku untuk memeriksa sirkulasi perifer. Perhatikan berapa lama warana kembali ketika anda melepas tekanan tadi. Warna harus kembali kurang dari 3 detik

Daftar Pustaka :
Estrada Ronald. 2014. Ilusirasi berwaran pemeriksaan fisik diagnostik. Tangerang Selatan : Binarupa aksara publisher












Kamis, 07 Mei 2015

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS

Pemeriksaan neurologis terdiri dari :
1. pemeriksaaan status mental
   Terdiri dari
    a. Tingkat kesadaran
    b. Atensi
    c. Orientasi
    d. Berbahasa
    e. Memori
    f. Pengetahuan umum
    g. Berhitung
    h. Abstarksi
    j. Gnosis ( mengenal objek )


a. Tinkat kesadaran
    1. Compos matis
        Dapat tidur lebih dari biasanya atau sedikit bingung saat pertama kali terjaga, tapi berorientasi sempurna ketika bangun
    2. Latergi
        Mengantuk tapi dapat mengikuti perintah sederhana ketika di rangsang, mampu memberi jawaban verbal dan menangkis rangsangan nyeri
    3. Stupor ( sopor )
        Sangat sulit untuk di bangunkan, tidak konsisten dapat mengikuti perintah sederhana atau bicara satu kata
   4. Semikoma
       Tidak ada respon terhadap rangsangan verbal, tidak mengikuti perintah, gerakan timbul sebagai respon terhadap rengsangan nyeri
   5. Koma
       Tidak ada gerakan spontan, tidak ada jawaban sama sekali terhadap rangsangan nyeri yang bagaimana kuatnya.

Tingkat kesadaran dengan Glasgow Coma Scale ( GCS )
  • Respon membuka mata ( E )
membuka mata spontan = 4
membuka dengan intruksi = 3
membuka dengna rangsangan nyeri = 2
tidak berespon = 1
  • respon verbal ( V )
orientasi baik = 5
bicara bingung, disorientasi = 4
dapat mengucap kata - kata, namun tidak ada kalimat = 3
mengerang ( seperti rintihan ) = 2
tidak ada jawaban = 1
  • respon motorik ( M )
menurut perintah = 6
mengetahui lokasi nyeri = 5
menghindar area nyeri = 4
fleksi abnoramal = 3
ekstensi abnormal = 2
tidak ada respon = 1

max GCS = 15
min GCS = 3

b. Atensi
    Merupakan kemampuan untuk memusatkan perhatian pada masalah
untuk menilai atensi dapat di nilai melalui :
  • tes mengulangi angka
  • tes mengetuk angka
c. Berbahasa
    Kaji gangguan bahasa seperti :
 
  • Disartria ( pelo, cadel )
  • disfonia ( serak, bindeng )
  • afasia ( ketidakmampuan mengkomunikasi secara verbal atau dalam tulisan )
2. Pemeriksaan Fungsi serebral

a. Integritas sensorik
    Kemampuan mengenal objek dengan melihat, mendengar, dan meraba adalah fungsi integrasi sensorik, motorik, dan bahasa
  • Visual agnosia
Ketidakmampuan untuk mengenal objek secara umum dengan menggunakan penglihatannya. Dapat di sebabkan oleh lesi pada lobus oksopitalis
  • Auditori agnosia
ketidakmampuan untuk mengenal arti suara secara umum. Ini di sebabkan oleh lesi di lobus temporal
  • Tektil agnosia
ketidakmampuan mengenal suatu objel oleh suatu sentuhan. Ini di sebabkan oleh lesi pada lobus parietal
  • Spatial agnosia
Ketidakmampuan untuk mengidentifikasi bagian dari tubuh atau ketidakmampuan hubungan suatu bagian dengan bagian lainnya. Ini di sebabkan oleh lesi daerah posterior inferior dari lobus parietal

b. Integritas motorik
 Meminta klien untuk melakukan keterampilam motorik. Ketidakmampuan untuk melakukan keterampilan motorik pada keadaan tidak mengalami paralisis di sebut apraksia

c. Bahasa
Ketidakmampuan mengkomunikasikan secara verbal atrau dalam tulisan di sebut afasia ada dua tipe afasia yaitu reseptif afasia (ketidakmampuan untuk mengerti tulisan dan kata - kata ) dan ekspresif afasia ( ketidakmampuan mempuan mengekspresikan suatu ide - ide )

  • Ketidakmampuan mengerti ucapan ungkapan kata - kata di sebabkan lesi di lobus tempralis
  • ketidakmampuan untuk mengerti tulisan kata - kata di sebabkan lesi pada perioksipital
  • ketidakmampuan untuk mengekspresikan ide - ide secara verbal akibat lesi pada lobus inferior posterior frontalis'
  • ketidakmampuan mengekspresikan ide - ide dalam bentuk tulisan di sebabkan oleh lesi pada daerah posterior frontal